Jumat, 21 Januari 2011

PeNgErTiAn DaN TuJuAn IlMu KeBiDaNaN


PENGERTIAN DAN TUJUAN ILMU KEBIDANAN

Pengertian Ilmu Kebidanan :
Ilmu Kebidanan adalah ilmu yang terbentuk dari sintesa yang berbagai disiplin ilmu atau multi disiplin yang terkait dengan pelayanan kebidanan meliputi ilmu kedokteran, ilmu keperawatan, ilmu sosial, ilmu perilaku, ilmu budaya, ilmu kesehatan masyarakat, dan ilmu manajemen, untuk dapat memberikan pelayanan kepada ibu dalam masa pra konsepsi, hamil, bersalin, post partum, dan bayi baru lahir. Pelayanan kebidanan tersebut meliputi pendeteksian keadaan abnormal pada ibu dan anak, melaksanakan konseling dan pendidikan kesehatan terhadap individu, keluarga dan masyarakat.
http://4.bp.blogspot.com/_1nio8MTKoUE/TBTPig1bNPI/AAAAAAAAAgk/CB5AhHTT7hs/s320/SBY_Profil-Bidan-LBG.jpg

Kebidanan adalah seni dan praktek yang mengkombinasikan keilmiahan, filosofi dan pendekatan pada manusia sebagai syarat atau ketetapan dalam pemeliharaan kesehatan wanita dan proses reproduksinya yang normal, termasuk kelahiran bayi yang mengikutsertakan keluarga dan atau orang yang berarti lainnya. Lang,1979.

Fungsi Etika Dan Moralitas Dalam Pelayanan Kebidanan.
  1. Menjaga otonomi dari setiap individu khususnya Bidan dan Klien
  2. Menjaga kita untuk melakukan tindakan kebaikan dan mencegah tindakan yg merugikan/membahayakan orang lain
  3. Menjaga privacy setiap individu
  4. Mengatur manusia untuk berbuat adil dan bijaksana sesuai dengan porsinya
  5. Dengan etik kita mengatahui apakah suatu tindakan itu dapat diterima dan apa alasannya
  6. Mengarahkan pola pikir seseorang dalam bertindak atau dalam menganalisis suatu masalah
  7. Menghasilkan tindakan yg benar
  8. Mendapatkan informasi tenfang hal yg sebenarnya
  9. Memberikan petunjuk terhadap tingkah laku/perilaku manusia antara baik, buruk, benar atau salah sesuai dengan moral yg berlaku pada umumnya
  10. Berhubungan dengans pengaturan hal-hal yg bersifat abstrak
  11. Memfasilitasi proses pemecahan masalah etik
  12. Mengatur hal-hal yang bersifat praktik
  13. Mengatur tata cara pergaulan baik di dalam tata tertib masyarakat maupun tata cara di dalam organisasi profesi
  14. Mengatur sikap, tindak tanduk orang dalam menjalankan tugas profesinya yg biasa disebut kode etik profesi.
Hak Kewajiban Dan Tanggungjawab Seorang Bidan
Hak dan kewajiban adalah hubungan timbal balik dalam kehidupan sosial sehari-hari. Pasien memiliki hak terhadap bidan atas pelayanan yang diterimanya. Hak pasti berhubungan dengan individu, yaitu pasien. Sedangkan bidan mempunyai kewajiban/keharusan untuk pasien, jadi hak adalah sesuatu yang diterima oleh pasien. Sedang kewajiban adalah suatu yang diberikan oleh bidan. Seharusnya juga ada hak yang harus diterima oleh bidan dan kewajiban yang harus diberikan oleh pasien.
a.  Hak Pasien
     Hak pasien adalah hak-hak pribadi yang dimiliki manusia sebagai pasien/klien:
  1. Pasien berhak memperoleh informasi mengenai tata tertib dan peraturan yang berlaku di rumah sakit atau instusi pelayanan kesehatan.
  2. Pasien berhak atas pelayanan yang manusiawi, adil dan jujur.
  3. Pasien berhak memperoleh pelayanan kebidanan sesuai dengan profesi bidan tanpa diskriminasi.
  4. Pasien berhak memilih bidan yang akan menolongnya sesuai dengan keinginannya.
  5. Pasien berhak mendapatkan ;nformasi yang meliputi kehamilan, persalinan, nifas dan bayinya yang baru dilahirkan.
  6. Pasien berhak mendapat pendampingan suami atau keluarga selama proses persalinan berlangsung.
  7. Pasien berhak memilih dokter dan kelas perawatan seuai dengan keinginannya dan sesuai dengan peraturan yang berlaku di rumah sakit.
  8. Pasien berhak dirawat oleh dokter yang secara bebas menentukan pendapat kritis dan pendapat etisnya tanpa campur tangan dad pihak luar.
  9. Pasien berhak meminta konsultasi kepada dokter lain yang terdaftar di rumah sakit tersebut (second opinion) terhadap penyakit yang dideritanya, sepengatahuan dokter yang merawat.
  10. Pasien berhak meminta atas privasi dan kerahasiaan penyakit yang diderita termasuk data-data medisnya.
  11. Pasien berhak mendapat informasi yang meliputi :
  • Penyakit yang diderita
  • Tindakan kebidanan yang akan dilakukan
  • Alternatif terapi lainnya
  • Prognosisnya
  • Perkiraan biaya pengobatan
    12. Pasien berhak men yetujui/mem berikan izin atas tindakan yang akan dilakukan oleh dokter sehubungan
          dengan penyakit yang dideritanya.
    13. Pasien berhak menolak tindakan yang hendak dilakukan terhadap dirinya dan mengakhiri pengobatan
          serta perawatan atas tanggungjawab sendiri sesuadah memperoleh informasi yang jelas tentang
          penyakitnya.
    14. Pasien berhak didampingi keluarganya dalam keadaan kritis.
    15. Pasien berhak menjalankan ibadah sesuai agama/kepercayaan yang dianutnya selama hal itu tidak
          mengganggu pasien lainnya.
    16. Pasien berhak atas keamanan dan keselamatan dirinya selama dalam perawatan di rumah sakit.
    17. Pasien berhak menerima atau menolak bimbingan moril maupun spiritual.
    18. Pasien berhak mendapatkan perlindungan hukum atas terjadinya kasus mal¬praktek.

b. Kewaiiban Bidan
  1. Bidan wajib mematuhi peraturan rumah sakit sesuai dengan hubungan hukum antara bidan tersebut dengan rumah sakit bersalin dan sarana pelayanan dimana ia bekerja.
  2. Bidan wajib memberikan pelayanan asuhan kebidanan sesuai dengan standar profesi dengan menghormati hak-hak pasien.
  3. Bidan wajib merujuk pasien dengan penyulit kepada dokter yang mempunyai kemampuan dan keahlian sesuai dengan kebutuhan pasien.
  4. Bidan wajib memberi kesempatan kepada pasien untuk didampingi suami atau keluarga.
  5. Bidan wajib memberikan kesempatan kepada pasien untuk menjalankan ibadah sesuai dengan keyakinannya.
  6. Bidan wajib merahasiakan segala sesuatu yang diketahuinya tentang seorang pasien.
  7. Bidan wajib memberikan informasi yang akurat tentang tindakan yang akan dilakukan serta risiko yang mungkiri dapat timbul.
  8. Bidan wajib meminta persetujuan tertulis (informed consent) atas tindakan yang akan dilakukan.
  9. Bidan wajib mendokumentasikan asuhan kebidanan yang diberikan.
  10. Bidan wajib mengikuti perkembangan IPTEK dan menambah ilmu pengetahuannya melalui pendidikan formal atau non formal.
  11. Bidan wajib bekerja sama dengan profesi lain dan pihak yang terkait secra timbal balik dalam memberikan asuhan kebidanan.
Kesimpulan 
Dalam upaya mendorong profesi keperawatan dan kebidanan agar dapat diterima dan dihargai oleh pasien, masyarakat atau profesi lain, maka mereka harus memanfaatkan nilai-nilai keperawatan/kebidanan dalam menerapkan etika dan moral disertai komitmen yang kuat dalam mengemban peran profesionalnya. Dengan demikian perawat atau bidan yang menerima tanggung jawab, dapat melaksanakan asuhan keperawatan atau kebidanan secara etis profesional. Sikap etis profesional berarti bekerja sesuai dengan standar, melaksanakan advokasi, keadaan tersebut akan dapat memberi jaminan bagi keselamatan pasen, penghormatan terhadap hak-hak pasen, akan berdampak terhadap peningkatan kualitas asuhan keperawatan atau kebidanan

PeNgErTiAn sTaTiStIkA

Definisi Statistik

Ada 2 pendekatan untuk menganalisis informasi berdasarkan jenis informasi
yang diperoleh, yaitu analisis kuantitatif dan analisis kualitatif. Analisis
kuantitatif/analisis data kuantitatif adalah analisis yang berbasis pada kerja hitungmenghitung
angka. Angka yang diolah disebut input dan hasilnya disebut output juga
berupa angka. Analisis kualitatif/analisis data kualitatif adalah analisis yang berbasis
pada kerja pengelompokan simbol-simbol selain angka. Simbol itu berupa kata, frase,
atau kalimat yang menunjukkan beberapa kategori. Input maupun output analisis data
kualitatif berupa simbol, dimana outputnya disebut deskripsi verbal.
Statistik adalah sebagai alat pengolah data angka. Stasistik dapat juga
diartikan sebagai metode/asas-asas guna mengerjakan/memanipulasi data kuantitatif
agar angka berbicara. Pendekatan dengan statistik sering digunakan metode statistik
yaitu metode guna mengumpulkan, mengolah, menyajikan, menganalisis &
menginterpretasikan data statistik. Statistika dapat pula diartikan pengetahuan yang
berhubungan dengan pengumpulan data, pengolahan data, penganalisisan dan
penarikan kesimpulan berdasarkan data dan analisis. Jadi statistik adalah produk dari
kerja statistika.

Ada dua konsep dalam bahasa Inggris.Statistic: nilai yang dihitung dari sebuah
sampel (mean, median, modus, dsb). Statistics: metode ilmiah untuk pengumpulan
data atau kumpulan angka. Dalam bahasa Indonesia, statistik memiliki 3 pengertian
dimuka.
Kumpulan data = data
Nilai yang dihitung dari dari sebuah sampel = statistik sampel
Metode ilmiah guna mengumpulkan, mengolah, menyajikan, dan analisis data
= statistic

Perlunya Statistik dalam Pemecahan masalah
Masalah yg harus Proses
diselesaikan
Pengambilan keputusan
yg tepat & akurat untuk
menyelesaikan masalah
Informasi
- kuantitatif
- kualitatif
Analisis
Analisis
kualitatif
Analisis
Kuantitatif
= Statistik =


Skala pengukuran
Pengukuran adalah proses hal mana suatu angka atau simbol dilekatkan pada
karakteristik atau properti suatu stimuli sesuai dengan aturan/prosedur yang telah
ditetapkan (Imam Ghozali, 2005). Misal, orang dapat diganbarkan dari beberapa
karakteristik: umur, tingkat pendidikan, jenis kelamin, tingkat pendapatan, dll. Ada 4
skala pengukuran.

1. Skala nominal
Skala nominal merupakan skala yang merupakan kategori atau kelompok dari suatu
subyek. Misal, variabel jenis kelamin responden dikelompokkan menjadi dua, L/P,
masing-masing diberi kode 1 dan 2. Angka ini hanya berfungsi sebagai label
kategori, tanpa memiliki nilai instrinsik dan tidak memiliki arti apa pun. Lambanglambang
tersebut tidak memiliki sifat sebagaimana bilangan pada umumnya,
sehingga pada variabel dengan skala nominal tidak dapat diterapkan operasi
matematika standar: pengurangan, penjumlahan, perkalian, dll. Uji statistik yang
sesuai dengan skala nominal adalah uji yang mendasarkan pada jumlah seperti
modus dan distribusi frekuensi.

2. Skala ordinal
Skala ordinal, lambang-lambang bilangan hasil pengukuran menunjukkan urutan
atau tingkatan obyek yang diukur menurut karakteristik yang dipelajari. Misal, kita
ingin mengetahui preferensi responden terhadap merek indomie goreng: merek
Sarimi, Indomie, Mie Sedap, Gaga Mie kemudian responden diminta untuk
melakukan ranking terhadap merek mie goreng dengan memberi angka 1 untuk
merek yang paling disukai, angka 2 untuk rangking kedua, dst. Rangkuman hasil
sbb:
Merek mie goreng Rangking
Indomie 1
Mie Sedap 2
Sarimi 3
Gaga Mie 4
Tabel ini menunjukkan bahwa merek Indomie lebih disukai daripada Mie Sedap,
merek Mie Sedap lebih disukai daripada Sarimi, dsb. Walaupun perbedaan angka
antara preferensi satu dengan lainnya sama, namun kita tidak dapat menentukan
besarnya nilai preferensi dari suatu merek terhadap merek lainnya. Uji statistik yang
sesuai adalah modus, median, distribusi frekuensi dan statistik non-parametrik
seperti rank order correlation.

3. Skala Interval
Skala pengukuran mempunyai sifat seperti skala ordinal (memiliki urutan tertentu),
ditambah satu sifat khas, yaitu adanya satuan skala (scale unit). Artinya, perbedaan
karakteristik antara obyek yang berpasangan dengan lambang bilangan satu dengan
lambang bilangan berikutnya selalu tetap. Jika dalam pengukuran preferensi
responden terhadap merek indomie goreng tersebut diasumsikan bahwa urutan
kategori menunjukkan preferensi yang sama, maka kita dapat mengatakan bahwa
perbedaan indomie goreng merek urutan ke 1 dengan 2 adalah sama dengan
perbedaan merek 2 dengan lainnya. Namun demikian, kita tidak bisa mengatakan

bahwa merek yang mendapat ranking 5 nilainya lima kali preferensi daripada merek
1. Uji statistik yang sesuai adalah semua uji statistik kecuali uji yang mendasarkan
pada rasio seperti koefisien variasi.

4. Skala rasio
Skala rasio adalah skala yang menghasilkan data dengan mutu yang paling tinggi.
Perbedaan skala rasio dengan skala interval terletak pada keberadaan nilai nol
(based value). Pada skala rasio, nilai nol bersifat mutlak, tidak seperti pada skala
interval. Data yang dihasilkan oleh skala rasio adalah data rasio. Tidak ada
pembatasan terhadap alat uji statistik yag sesuai.

Statistika parametrik dan statistika non-parametrik
Statistika parametrik adalah suatu uji yang modelnya menetapkan adanya syaratsyarat
tertentu (asumsi-asumsi) tentang variabel random atau populasi yang
merupakan sumber sampel penelitian. Sedangkan uji statistik yang tidak memerlukan
adanya syarat-syarat tersebut disebut statistika non-parametrik.
Statistika parametik lebih banyak digunakan untuk menganalisis data yang berskala
interval dan rasio dengan dilandasi asumsi tertentu seperti normalitas. Statistika nonparametik
dapat digunakan untuk menganalisis data yang berskala nominal dan
ordinal.

Tips untuk memilih alat uji statistik yang sesuai
Sejalan dengan perkembangan statistika dalam menguji hipotesis, diperlukan
landasan yang rasional untuk memilih diantara sekian macam uji statistik tersebut.
Beberapa pertanyaan dan diagram alir terlampir dapat digunakan untuk menetapkan
uji statistik yang sesuai.
1. Skala pengukuran apa yang terlibat dalam hipotesis?
2. Hipotesis apa yang akan diuji (perbedaan atau asosiasi)?
3. Jika yang akan diuji adalah hipotesis perbedaan, pengambilan sampelnya
independen atau berpasangan?
4. Ada berapa banyak pengukuran (populasi/variabelnya)?

Hipotesis
Hipotesis statistik didefinisikan sebagai pernyataan matematis tentang parameter
populasi yang akan diuji sejauhmana suatu data sampel mendukung kebenaran
hipotesis tersebut. Hipotesis merupakan kesimpulan sementara yang masih harus diuji
kebenarannya. Ada dua rumusan hipotesis, yaitu: hipotesis null (H0) dan hipotesis
alternatif (H1). Tujuan pengujian hipotesis adalah “menolak H0”, jika hal ini berhasil,
maka peneliti akan mengatakan “... berhasil menolak hipotesis (H0) yang
mengatakan...”. Jika pengujian ini gagal, maka meneliti akan mengatakan “... gagal
menolak hipotesis (H0) yang mengatakan...”
Secara umum ada tiga bentuk hipotesis:
1. Hipotesis dua pihak (two tailed)
H0 : Φ = Φ0
H1 : ΦΦ0

Contoh: Ho : Rata-rata nilai UAN siswa SLTA negeri se-DIY sama dengan swasta
H1 : Rata-rata nilai UAN siswa SLTA negeri se-DIY berbeda dengan swasta
2. Hipotesis sepihak (kanan)
H0 : ΦΦ0
H1 : Φ > Φ0
Contoh: Ho : Rata-rata nilai UAN siswa SLTA negeri se-DIY kurang dari sama
dengan 8,0
H1 : Rata-rata nilai UAN siswa SLTA negeri se-DIY lebih dari 8,0
3. Hipotesis sepihak (kiri)
H0 : ΦΦ0
H1 : Φ < Φ0
Contoh: Ho : Rata-rata nilai UAN siswa SLTA swasta se-DIY lebih dari sama dengan
8,0
H1 : Rata-rata nilai UAN siswa SLTA swasta se-DIY kurang dari 8,0

Beberapa catatan:
1. Perumusan hipotesis harus didukung oleh landasan teoritis yang tepat sehingga
kebenaran hipotesis dapat dipertanggungjawabkan. Contoh korelasi antara
pendapatan dan pengeluaran harus ditentukan berdasarkan teori/substansi.
2. Dianjurkan peneliti berusaha memilih hipotesis sepihak karena menunjukkan
kedalaman pengetahuan peneliti terhadap permasalahan yang akan diselesaikan.
3. Hipotesis dua pihak hanyalah dipakai jika peneliti kurang yakin tentang nilai
parameter yang diharapkan.
4. Benar atau salahnya hipotesis tidak akan pernah diketahui dengan pasti kecuali
bila kita memeriksa seluruh populasi. Oleh karena itu kita mengambil sampel
random dari populasi tersebut dan menggunakan informasi yang dikandung
sampel itu untuk memutuskan apakah hipotesis tersebut kemungkinan besar
benar atau salah. Bukti data dari sampel yang tidak konsisten dengan hipotesis
membawa kita pada penolakan hipotesis tersebut, demikian juga sebaliknya.
Perlu ditegaskan bahwa penerimaan suatu hipotesis statistik adalah merupakan akibat
dari ketidakcukupan bukti untuk menolaknya, dan tidak berimplikasi bahwa
hipotesis itu benar.
5. Secara umum, pengujian hipotesis dibedakan 2, pengujian hipotesis komparatif
dan asosiasi. Pengujian hipotesis komparasi berkaitan dengan pengujian
perbedaan (difference) mean antara dua kelompok atau lebih. Pengujian hipotesis
asosiasi berkaitan dengan menguji antara dua variabel.